Wilujeung Sumping

Selamat Datang Di Blog Rizqi RIfangga

Jumat, 08 Maret 2013

Day 004 - A Rising Friend


Sempet ga ada waktu buat nge blog karena beberapa faktor, yaitu ga ada internet, ga ada uang buat beli pulsa modem, banyak acara, de el el we lah, tapi sekarang diberi kesempatan untuk masih bisa mengetik di laptop beberapa patah kata yang mungkin ga penting untuk anda, tapi sangat berharga bagi saya :').

Di judul diatas namanya A Rising Friend. lagi lagi lu nyeritain temen ga ada yang lain apa? ada itu orang tua gw, karena setiap orang yang gw tulis dan kenang mereka sangat berharga di kehiduan gw dan sangat memberi pelajaran hidup buat gw.

Maksud saya rising friend itu, sering saya melihat, mendengar dan bahkan terjun langsung kedalam sebuah percakapan dan situasi dimana teman saya sangat kuat, teguh dan penuh keyakinan dalam hal itu, dia memberi saya motivasi sekaligus membuat saya sangat tidak ingin untuk kehilangannya dan bahkan ingin melindunginya juga membantunya.

Di foto diatas itu adalah keluarga saya, meski ada beberapa juga yang ga ikut foto waktu itu, tapi biar mereka saya kenang di diri saya sendiri, saya ingin sekali mereka bisa tersenyum bahagia dengan ikhlas tanpa beban apapun, andai saya seorang manusia super, merekalah yang akan saya utamakan selain orang tua saya, saya sedih jika melihat mereka sedang ada masalah atau mereka sedang sedih dan saya kecewa sekali dimana teman yang saya bangga banggakan berhianat dan berbohong pada saya, jikalau ada yang berhianat pada kepercayaan saya, saya ga akan mudah memaafkan, dan akan mudah melupakan, tapi tidak membenci, lebih baik menjauh daripada membenci.

oh ya, satu persatu cerita hidup seorang teman sangat memberi pelajaran hidup bagi kita dan motivasi yang sangat besar untuk kita, maka dari itu kita harus gunakan ilmu kepo untuk mengetahui sejarah hidup mereka, alhamdulillah saya ditempatkan oleh Allah dengan orang orang ajaib dengan cerita ajaib mereka, kalau di sungai mereka adalah ikan mas nya, saya bangga dengan mereka dan kami menghabiskan 1 semester kemarin tidak lepas dengan kebersamaan, dan sudah banyak album foto mereka bersama saya di laptop. :3

Jika kalian membaca ini, saya cuman pengen ngasih tau, kenapa saya masih ngerasa kesepian ketika saya udah punya kalian, apakah waktu kita bersama masih kurang? dan satu hal lagi, jangan dekati saya ketika saya sedang marah, soalnya saya suka ngeselin dan lost control, tapi kalo kalian ngerti besoknya saya biasa lagi kok, just angry in 1day, xD. oh iya saya minta bimbingan kalian juga untuk kedepannya, sepertinya agak sulit untuk saya hadapi sendirian, banyak tantangan akademis moral, maunpun dompet yang harus saya hadapi, hehe xD


Salam Hangat saya dari kosan tercinta.
oh ya ada instrumen yang enak nih, saya ngetik tulisan diatas sambil terus dengerin instrumen ini :D
https://soundcloud.com/andhikatriyadi/teaser-perahu-kertas-rough



Continue lendo

Kamis, 14 Februari 2013

Day 003 My Desire (Cita Cita)



Kawan, setiap orang pasti punya cita-cita dan orang yang tidak mempunyainya pastilah dia sedang membangun cita citanya, tanpa cita cita hidup seseorang tak tentu arah dan tujuannya, hidupnya tak berarti, dan kurang semangat dalam melakukan hal apapun. cita cita adalah booster semangat tertinggi menurut saya, ketika malas melanda, lalu melihat catatan di dinding tentang cita cita saya, tubuh ini tergerak untuk bangkit dan keluar dari malas, meskipun saya harus berlumuran darah, banyak yang harus dikorbankan baik itu materi, tenaga, pikiran dll saya tidak peduli asal setiap saya melangkah saya mendekati cita cita saya yang saya bangga banggakan sejak kecil.
kawan, alangkah terarah dan terangnya hidup ini jika engkau punya cita cita. saya juga alhamdulillah punya cita cita yang sampai saat ini saya terus mengejar cita cita itu, ini nih cita cita saya :


Alhamdulillah cita cita saya banyak, soalnya saya orangnya pemalas jadi butuh booster banyak buat ngedorong semangatnya, cita cita ini ga langsung ada gitu aja, saya sesuaikan dengan potensi saya, dan hobi juga mimpi2 saya, kalo cita cita saya dari kecil yang pergi ke negara jepang, lo kenapa? soalnya dulu itu sekitar umur 10 tahunan lah, banyak film2 anime jepang yang ditayangkan di televisi televisi Indonesia, dan saya gemar dan tak pernah terlewatkan menonton film film tersebut, diantaranya captain tsubasa, conan, serial doraemon, dan yang paling saya sukai death note, nah dari situ otak saya kehipnotis buat pergi kesana dan bertemu dengan pemeran pemeran di tokoh anime tersebut (waktu masih bloon), tapi sekarang udah aga diperbaharui tujuan saya pergi ke jepang, buat apa? emm, udah denger ada orang indonesia yang kerja di jepang trus dia nyimpatin sistem baru yang lebih dari 3G yaitu 4G, itu orang indonesia loh cuman dengan materi teknologi orang jepang, :D nah berhubung saya anak IF dan penggemar teknologi, negara jepang itu negara yang cocok sekali untuk lebih meningkatkan skill saya di negara sakura, mencuri ilmu2 teknologinya, dan saya juga sempat berencana untuk mendirikan perusahaan disana kalau sudah sukses ilmunya, AMIN!, saya ga akan tinggal disana trus kok, saya disana cuman oengen nyelsein studi S2 (AMIN), trus kembali ke negri tercinta dengan membawa banyak bekal ilmu dan lebih meningkatkan dan terjun ke masyarakat dalam hal teknologi, dan untuk mengungguli negara sakura, soalnya saya penasaran sampai sekarang kenapa negara itu sangat maju dan orang orangny sangat disiplin, nah tunggu saya ya bawa rahasianya dari jepang untuk indonesia :D.
sori ya kepanjangan, namanya juga curhat, hahaha. terus cita cita saya yang lain yaitu masuk surga, semua orang ingin lah pastinya masuk surganya Allah, alangkah indahnya disana, setiap selesai shalat wajib dan shalat shalat sunat do'a saya agar bisa masuk surga tidak pernah terlewatkan, apalagi do'a mohon diampunkan dosa2 orang tua.. :') i love the so much than everything in this zero world.
satu lagi ya. :D cita cita saya yaitu mempunyai komunitas yang besar, lho kenapa? bukannya saya gila jabatan atau tahta, saya cuman seneng aja banyak temen, banyak yang bisa saya ajak ke surganya Allah, :)

Nah mungkin segitu aja kali ini ya curhatnya, hati saya kali ini sedang galau sebenernya, tapi lain kali lah curhat soal cinta, itu masalah sepele buat saya, dibandingkan dengan nilai ip saya, hehehe

Ramuan Cita Cita :
1. Hobi
2. Bakat/Potensi
3. Hal yang membuatmu semangat kecuali pacar :p
4. Banyak berpandangan kepdepan
5. Rangkum citacitamu
6. Tulis di dinding kosanmu/kamar, jadikan wallpaper (Hp/Laptop/PC), tempel di langit2 tempat tidur.


so long, baca postingan saya yang lain ya ;)

oh ya ada oleh oleh ni, buat kalian yang kurang semangat dan kehilangan cita cita, ada beberapa gambar menarik di album saya, dicek ya :

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.399000616820840.97567.100001327161917&type=3







SALAM MAHASISWA!


Continue lendo

Senin, 11 Februari 2013

SEKOLAH DI JEPANG VS SEKOLAH DI INDONESIA

SEKOLAH DI JEPANG VS SEKOLAH DI INDONESIA ?
SUDAHKAH MENTERI PENDIDIKAN KITA MENGETAHUINYA ?

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji.
Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.
Salam.

Sumber: edukasi.kompasiana.com

Bandingkan dengan SD kita yg masih saja meributkan ANAK-ANAK SD HARUS SUDAH BISA CALISTUNG, Nilai Kecukupan Minimal atau KKM, REMEDIAL, TES dan UAN.

Mari kita renungkan dan mari kita bagikan ke sebanyak2 orang yg semestinya mengetahui hal ini terutama di Kementrian Pendidikan Nasional agar mengetahui hal ini sebagai bahan pembelajaran dan segera melakukan perubahan yg mendasar terhadap sistem persekolahan di Indonesia.
Continue lendo

Mana Cara Belajar yang Tepat untuk Anda?


Masing-masing individu unik. Setiap orang memiliki  tipe dan cara yang disuka untuk membantu mereka belajar dengan optimal.  Anda mungkin lebih mudah mengerti dan menangkap sesuatu hanya dengan  mendengar, sementara teman atau pasangan Anda lebih mudah memahami  sesuatu hanya dengan melihat gambar dan tayangan.

Penting untuk  mengenali preferensi tipe belajar Anda untuk bisa mengoptimalkan waktu  belajar Anda dan meminimalisasi stres. Berikut sejumlah tipe belajar  seperti dikutip dari Education Corner:
1. Tipe visual
Orang-orang  bertipe visual lebih baik menerima informasi dari gambar, video, grafik  dan buku. Orang-orang tipe ini mudah mengerti dan memahami sesuatu yang  disajikan melalui proyektor, papan tulis, corat-coret di selembar  kertas atau sebuah buku.

Mereka sering memastikan diri untuk  mencatat secara rinci dan merasa perlu untuk menemukan lagi lebih banyak  informasi dengan membaca buku  teks. Orang-orang visual juga sering menggambar atau membuat diagram ketika memahami sesuatu.
2. Tipe audio
Orang-orang  bertipe audio lebih mudah menerima dan memahami informasi dari telinga  mereka. Mereka mudah menangkap sesuatu yang disajikan melalui kuliah  atau pidato publik, rekaman audio dan berbagai komunikasi verbal. jika  orang-orang visual lebih memilih membaca buku atau menonton video,  telinga orang-orang audio justru lebih penasaran untuk mendengarkan  informasi dari kuliah.
3. Tipe peraba/kinetis
Orang-orang  bertipe peraba mengandalkan indera peraba mereka dan lebih suka  langsung beraksi sehingga disebut juga dengan tipe kinetis. Mereka akan  lebih mudah memahami sesuatu dengan mengandalkan tangan mereka.

Contohnya,  seorang pelajar di kelas otomotif lebih mudah memahami sesuatu tentang  mobil jika diberikan kesempatan langsung untuk memperbaiki mobil  daripada mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku. Orang-orang  bertipe taktil atau kinetik juga lebih suka berada di laboratorium.

4. Tipe logis
Orang-orang  bertipe ini yang unggul dalam matematika dan memiliki kemampuan yang  baik dalam penalaran biasanya adalah orang-orang bertipe logis. Mereka  bisa melihat suatu pola dengan cepat dan memiliki ketertarikan untuk  menghubungkan suatu informasi yang dinilai tidak berhubungan oleh orang  lain.

Individu dengan gaya belajar logis tidak mengabaikan detail  dengan menggambar hubungan di antaranya setelah mengorganisir berbagai  macam informasi.

5. Tipe sosial
Orang-orang  bertipe sosial biasanya memiliki kemampuan yang sangat baik, baik  melalui tulisan maupun lisan. Mereka mudah berbicara dengan orang lain  dan berusaha memahami perspektif orang-orang yang ditemuinya.

Para  pembelajar bertipe sosial biasanya sering dimintai nasihat oleh orang  lain. Mereka akan lebih baik belajar dan bekerja dengan kelompok atau  tim serta mengambil kesempatan untuk berkonsultasi dan berdiskusi secara  pribadi dengan pengajar.

6. Tipe penyendiri/soliter
Orang-orang  bertipe soliter lebih suka belajar dan bekerja sendiri. Mereka suka  mengatur segala sesuatunya sendirian dan tidak mengandalkan orang lain  untuk membantu mereka memecahkan suatu masalah atau soal yang dihadapi.
Sayangnya,  hal ini seringkali membuat mereka harus kehabisan banyak waktu untuk  memecahkan sesuatu sendirian sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari  bantuan dari orang lain. Namun, mereka punya kebiasaan menganalisis  metode dan cara belajar mereka secara berkala.

***

Mengenal  gaya belajar yang tepat untuk Anda bisa membantu Anda untuk memilih  jurusan yang Anda harus masuki dan mempersiapkan ujian. Tentu saja, juga  bisa membantu Anda memilih karier di masa depan.

Namun, jangan lupa, jika sudah menemukan gaya yang Anda suka, jangan pernah berhenti belajar. Tetap asah diri Anda.

Sumber :
Education Corner
Continue lendo

Tipe Kampus


UNIVERSITAS
Universitas merupakan perguruan tinggi yang mempunyai program studi paling beragam, dari bidang eksakta sampai social, dari teknologi samapi bahasa, dikelompokkan dalam fakultas. Universitas memberikan gelar sarjana sesuai kewenangannya. Dari program sarjana lazim disebut S1, program pasca sarjana S2 (program magister), dan S3 (program doctor)

INSTITUT
Mirip dengan Universitas adalah institut. Bedanya, intitut hanya membuka pendidikan dalam ilmu sejenis. Di univeritas satu fakultas dan fakultas yang lain bidang ilmunya bisa sangat berbeda sedangkan di institut bidang ilmunya semua fakultas berdasarkan ilmu sejenis.

SEKOLAH TINGGI
Perguruan tinggi yang menyelanggarakan hanya satu program profesi sesuai dengan spesialisasinya. Letak perbedaan dengan institute, di intitut dibuka sekelompok program studi sejenis, sedangkan di sekolah tinggi hanya satu jenis.

AKADEMI dan POLITEKNIK
Biasanya hanya menyelngarakan satu jurusan satu program studi dan lebih menekankan pendidikan kejuruan. Dua lembaga pendidikan ini menggembleng mahasiswa dalam hal ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri.

Di univeritas dan institut dibuka juga program studi non-gelar, mirip dengan akademi atau politeknik. Istilah program D (disebut D1 ditahun pertama, D2 tahun kedua, dan D3 tahun ketiga)

Continue lendo

Kamus Kampus


Pintu gerbang perguruan tinggi sudah di depan mata. Para mahasiswa baru akan memasuki dunia kuliah yang berbeda dengan SMA. Berbagai istilah dan kosakata baru khas dunia kampus tentu akan terasa asing di telingamu.

Misalnya saja istilah SKS, KRS, dosen wali, maupun Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Yuk, kenalan lebih dekat dengan berbagai istilah baru tersebut agar kamu tidak terlalu 'buta' ketika berhadapan langsung nantinya.

SKS
SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester. Tidak seperti di SMA di mana semua pelajaran sudah dipaketkan hingga kamu lulus, di perguruan tinggi, sistem SKS memungkinkan kamu memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester. Namun, untuk jenjang D-3 maupun semester awal, setiap kampus biasanya sudah memaketkan mata kuliah.

Untuk lulus hingga S-1, kamu membutuhkan sekira 144-160 SKS, sementara untuk program diploma diperlukan 110-120 SKS. Setiap mata kuliah memiliki bobot SKS berbeda. Ada mata kuliah yang berbobot dua, tiga, maupun empat SKS. Biaya yang harus kamu keluarkan per SKS pun sangat bervariasi, tergantung kebijakan masing-masing universitas.

Jumlah SKS yang dapat kamu ambil di tiap semester juga bisa jadi tidak sama, mulai 18 hingga 24 SKS. Batasan yang diberikan pihak kampus mengenai SKS yang harus diambil tiap semester berkaitan erat dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang kamu raih di semester sebelumnya.

KRS
Apa itu KRS? KRS adalah kependekan dari Kartu Rencana Studi. Pada umumnya, setiap kampus memakai istilah ini, namun adapula yang menyebut Kartu Perencanaan Studi Mahasiswa (KPSM) maupun Formulir Rencana Studi (FRS).

KRS adalah sebuah catatan mengenai mata kuliah yang akan kamu ambil di suatu semester. Kamu dapat merencanakan sendiri mata kuliah yang akan kamu ambil di semester tersebut dengan berkonsultasi dengan dosen wali.

KRS terdiri dari bentuk konvensional, online, serta kombinasi keduanya. KRS manual atau konvensional yang telah disetujui oleh dosen wali dapat segera kamu berikan ke sekretariat maupun Biro Administrasi dan Akademik Kemahasiswaan (BAAK). Sementara untuk yang menggunakan sistem online, kamu hanya perlu memasukan KRS manual ke akun kemahasiswaan milikmu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dosen Wali
Dosen wali adalah dosen yang ditunjuk oleh pihak kampus sebagai konsultan bagimu mengenai permasalahan yang kamu alami selama perkuliahan maupun memberi saran mengenai mata kuliah apa yang seharusnya kamu ambil atau tidak.

IPK
IPK ibarat nilai rapor ketika kamu duduk di bangku SMA. Nilai IPK mulai dari 1,00 hingga 4,00 (nilai sempurna). Jika mampu konsisten meraih IPK 3,5 tiap semester hingga lulus, maka kamu akan dinobatkan sebagai mahasiswa dengan predikat cumlaude.

Penilaian
Sistem penilaian di perguruan tinggi menggunakan abjad. Nilai tertinggi yang setara dengan nilai 9-10 setara dengan A sementara nilai terendah biasa disetarakan dengan nilai E.

UTS dan UAS
Tidak ubahnya dengan SMA, perguruan tinggi juga menggunakan sistem Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS). Bobot yang ditetapkan bagi UTS dan UAS diserahkan kepada masing-masing dosen. Ada yang menetapkan bobot setara antarkeduanya adapula yang menitikberatkan pada UAS.

Made by Jason!Expand commentsLike all statusesUnlike all statusesLike all commentsUnlike all comments
Continue lendo

Bagaimana Meraih Beasiswa untuk belajar di Luar Negeri?


Bagaimana Meraih Beasiswa untuk belajar di Luar Negeri?
Berlajar di luar negeri bagi sebagian orang yang mampu mungkin bukan sebuah angan-angan. Namun bagi kebanyakan orang, melanjutkan studi di luar negeri merupakan sebuah mimpi yang harus diwujudkan dengan persiapan yang matang. Salah satu alasan mengapa banyak mahasiswa memilih untuk sekolah di luar negeri adalah infrastruktur, sarana dan sistem pendidikan di negera-negara berkembang yang sudah sangat memadai dan sangat mendukung para mahasiswa dalam studinya.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, mendapatkan beasiswa untuk sekolah luar negeri adalah cara yang paling sering digunakan. Banyak beasiswa yang ditawarkan bagi mahasiswa dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia dan ada beberapa yang dikhususkan bagi mahasiswa Indonesia.
Berikut sedikit gambaran langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk meraih beasiswa sebatas pengetahuan penulis:
1.Informasi
Ini adalah hal pertama yang harus dilakukan; cari informasi tentang beasiswa sebanyak mungkin. Anda bisa mencarinya dengan googling di internet, menjadi anggota mailing list beasiswa (seperti milisbeasiswa@yahoogroups.com), koran, kedutaan besar, bagi dosen atau guru info dapat diperoleh di universitas masing-masing dan departemen pendidikan nasional, bagi rekan-rekan PNS info bisa diperoleh di kantor masing-masing, Bappenas/Bappeda, Sesneg, dll.
Informasi yang dicari harus lengkap, seperti tata cara pelamaran, persyaratan nilai minimum, bahasa yang digunakan, nilai minimum TOEFl/IELTS, dokumen-dokumen yang diperlukan seperti Letter of Acceptance (LOA)deadline, syarat-syarat khusus (seperti hanya untuk dosen atau PNS), coverage (full scholarship, partial, atau sandwich) dsb.
Informasi merupakan hal yang krusial, karena banyak sekali yang kehilangan kesepatan atau gagal karena tak memiliki info yang memadai. Sering kali informasi tentang beasiswa “nyangkut” atau terhenti pada level tertentu di sebuah organisasi, sehingga hanya orang-orang “tertentu” yang tahu. Sehingga seperti yang telah diutarakan bahwa anda dalam mencari informasi harus “proaktif”. Jangan menunggu informasi datang ke anda!
2.      Bahasa
Mendapatkan beasiswa bukan sesuatu yang mudah dan didapat dengan cepat. Banyak persiapan yang harus dilakukan, dan salah satu kendala dan rintangan terbesar bagi kebanyakan mahasiswa Indonesia adalah faktor bahasa. Kemampuan bahasa asing sangat penting guna kelancaran studi, karena kita akan sekolah di tempat lain dimana bahasa asing digunakan. Kebanyakan program beasiswa dilaksanakan dengan bahasa inggris, sehingga dari kemampuan dasar bahasa inggris dalam surat menyurat, perbincangan, menulis, hingga TOEFL® (Test of English as a Foreign Language) atau IELTS (International Language Testing System) sangatlah penting. Kemahiran bahasa tidak didapat dalam satu atau dua bulan, perlu berbulan-bulan guna persiapannya. Untuk nilai TOEFL nilai minimum biasanya adalah 550 (ada beberapa program beasiswa yang meminta lebih besar dari skor ini) dan IELTS 5 (untuk Australia). Ada yang perlu di ketahui bahwa biasanya TOEFL yang diperlukan adalah International TOEFL, atau The Institutional Testing Program (ITP) TOEFL. Lebih lengkap mengenai TOEFL anda bisa melihat site dari The Indonesian International education Foundation (IIEF): http://www.iief.or.id/. Sedangkan untuk IELTS, anda bisa mencari informasinya di: www.ielts-indonesia.com.
3.     Pelamaran Beasiswa
Biasanya sebelum melamar, ada beberapa program beasiswa yang mensyaratkan hal-hal tertentu, berikut beberapa hal yang pernah penulis alami:
1.Beasiswa program Bappenas.
Hanya PNS dengan minimum telah 2 tahun bekerja  yang diperbolehkan mendaftar. Ada beberapa proses seleksi; seleksi dokumen, TPA (Tes Potensi Akademik) dan TOEFL, Ada tiga jenis beasiswa yg ditawarkan bappenas:
a.Luar Negeri. Anda akan diberi kursus bahasa selama 6 bulan guna persiapan mendapatkan nilai TOEFL yg layak untuk melamar beasiswa luar negeri, spt AUSAID, STUNED, Erasmus Mundus, dll.
b.Double Degree. Dalam program ini, satu tahun studi di dalam negeri dan satu tahun di luar negeri dan akan juga diberi program persiapan bahasa selama 4 bulan untuk persiapan pelamaran beasiswa ke luar negeri melalui STUNED, Jepang, Perancis, dll.
c.Dalam Negeri. Untuk program yang terakhir ini kandidat yang lulus langsung studi di beberapa program di universitas di dalam negeri yang telah ditunjuk oleh bappenas.
Pelamaran harus melalui/diajukan oleh instansi masing-masing. Dari pengetahuan penulis, PNS dari daerah lebih diutamakan dari pada PNS di Pusat (Jakarta) guna pemerarataan.
Tips: Kebanyakan TPA merupakan sandungan awal bagi pelamar. Ini dapat anda atasi dengan membaca buku-buku contoh TPA yang banyak dijual di toko buku. Dan khusus untuk soal-soal matematika, jangan pernah anda selesaikan dengan metode standard karena anda akan kehabisan waktu. Gunakan metode cepat serta logika anda.
2.STUNED (Studeren in Nederland)
Beberapa beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda, seperti:
  1. The Netherlands Fellowship Programmes (NFP).
  2. HSP Huygens Programme.
  3. The Netherlands Ministry of Foreign Affairs the Dutch foundation WOTRO for a PhD fund.
  4. STUNED (Studeren in Nederland).
Program beasiswa ini di kelola oleh NESO Indonesia (The Netherlands education support office in Indonesia) dan anda bisa mencari info lengkapnya di website : http://www.nesoindonesia.com atau www.nesoindonesia.or.id .
Untuk beasiswa STUNED secara umum langkah2 yang harus dilakukan adalah:
a.Karena disyaratkan bahwa kita sudah diterima di salah satu universitas di belanda maka carilah informasi program dan universitas yang anda ingin tuju untuk studi, ini anda bisa dapatkannya di kantor NESO (dahulu NEC) di Jakarta.
b.Lakukan kontak dengan universitas yang anda minati dan pelajari syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi mahasiswa disana. Database program-program master yang ada di Belanda tersedia di kantor NESO. Anda dapat pula mendapatkan info lebih rinci saat Holland Education Fair yang diadakan setiap tahun di beberapa kota di Indonesia.
c.Untuk stuned, anda diperbolehkan untuk mendaftar dan mengikuti tes beasiswa meski belum mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) atau Admission Letter dari universitas. Namun saat anda terpilih menjadi kandidat penerima beasiswa, anda harus bisa menunjukkan surat LOA tsb.
Salah satu kendala bagi pelamar adalah kita harus mengirim langsung application ke Universitas di belanda yang membutuhkan biaya (investasi) yang tidak sedikit (meski ada beberapa universitas yang dapat apply secara online atau via email). Hal ini dapat disiasati dengan mengirimkan atau melamar langsung ke counter/stand universitas tsb saat Holland Education Fair di kota anda, sehingga anda tidak perlu mengirimkan langsung ke belanda.
Setelah anda lolos seleksi dokumen, anda akan dipanggil untuk tes wawancara. Anda akan di beri pertanyan-pertanyaan standar (menurut saya) dalam wawancara beasiswa seperti latar belakang pendidikan, pekerjaan, alasan memilih belanda untuk studi dan alasan mengapa memilih program master yang kita tulis di aplication form. Ada baiknya juga background pendidikan, pekerjaan sekarang dan program master yang diinginkan berkaitan. Pelajari juga mengenai universitas serta kota di mana univeristas tersebut berada. Bekali diri anda dengan informasi tentang sistem pendidikan dan hidup di belanda. Karena pewawancara juga melihat kesiapan anda dalam berinteraksi dan mandiri di negeri nun jauh disana terebut. Bagi pelamar yang belum menyertakan LOA saat pengiriman aplikasi, ada baiknya anda menyiapkan LOA saat wawancara. Jika memang ternyata belum mendapatkannya maka anda akan ditanyakan kapan akan mendapatkan LOA tsb.
3.AUSAID.
Bagi anda yang ingin bersekolah di negeri kangguru, salah satunya bisa melamar ke beasiswa AusAID. Beberapa beasiswa yang diberikan pemerintah Australia:
a.Australian Development Scholarships (ADS)
b.Australian Leadership Awards, keduanya dikelola oleh AusAID
c.Endeavour Programme, dikelola oleh Department of Education Science
and Training (DEST)
Program beasiswa ADS AusAID cukup terkenal dan pembukaan beasiswa biasanya diumumkan di koran nasional. Bagi program master, ada 2 jenis program yakni master by research atau by course. Program beasiswa yang satu ini tidak mengharuskan kita untuk kontak dan telah diterima di salah satu universitas di Australia. Kita cukup melamar dengan mengisi formulir yang tersedia. Jika ternyata kita memenuhi persyaratan, kita akan dipanggil untuk tes IELTS dan wawancara. Keduanya sangat menentukan. Untuk IELTS anda bisa belajar dari lembaga-lembaga kursus. Dalam wawancara ada beberapa pertanyaan yang seingat saya ditanyakan:
1.Background, pendidikan, pekerjaan saat ini
2.Program master yang diminati, serta hubungannya dengan pekerjaan saat ini dan pembangunan indonesia ke depan.
Untuk wawancara saya rasa sangat krusial, karena jika  IELTS sudah melebihi nilai 5 sudah dinyatakan lulus IELTS, hanya saja nanti saat masa persiapan bahasa akan lebih lama (sekitar 6 bln).
4.VLIR  (Vlaamse Interuniversitaire Raad)
Beasiswa yang satu ini mungkin jarang didengar oleh para pencari beasiswa, karena memang tidak ada pengumuman di koran2 dan tidak ada lembaga perwakilannya seperti STUNED di NESO, dll. Terlebih lagi jumlah penerima beasiswa VLIR dari indonesia jauh lebih sedikit dibandingkan dengan program beasiswa lainnya. Karena memang beasiswa ini lebih banyak ditujukan bagi mahasiswa asal afrika. Anda bisa mulai dengan memperhatikan informasi selengkapnya di: www.scholarships.vliruos.be/. Beasiswa ini hanya diberikan bagi beberapa program training, program master dan program PhD (khusus untuk alumni penerima beasiswaVLIR) yang daftarnya bisa anda lihat di site vlir.
Di setiap program, terdapat seorang professor yang merupakan ketua dari selecting committee di universitas. Sebaiknya anda kontak beliau dan jugabrowse untuk mencari info tentang riset yang sedang dilakukan oleh universitas tsb.
Untuk beasiswa VLIR anda harus mengirimkan langsung aplikasi ke office VLIR di Brussels. Serta tidak ada proses wawancara. Proses seleksi dilakukan berdasarkan dokumen aplikasi anda terutama dari motivation statement serta dari riset proposal. Tentunya akan lebih bagus jika background, pekerjaan anda sekarang serta riset yang akan anda tekuni sesuai dengan bidang serta riset di universitas yang anda tuju. Anda tidak perlu melamar ke universitas, hanya diperlukan aplikasi ke VLIR dimana didalam aplikasi tersebut tertera universitas dan program pilihan anda. Setelah semua dokumen masuk, pihak Vlir akan mengirimkan aplikasi ke selecting committe yang ada di masing-masing universitas. Kemudian dihasilkan list rangking kandidat yang disetujui diterima di universitas tersebut. List tersebut kemudian diseleksi kembali oleh selecting committe VLIR untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkan beasiswa. Bagi yang masuk dalam waiting list jangan berkecil hati, karena tidak jarang penerima beasiswa ada yang mengundurkan diri. Coba juga untuk kontak pihak universitas atau professor, karena biasanya terdapat pula beasiswa dari universitas meski jumlah student penerimanya serta nilai beasiswanya lebih sedikit.
5.Japanese Government (Monbukagakusho) /MEXT scholarship
Banyak beasiswa yang diberikan oleh pemerintah jepang, salah satunya adalah Monbukagakusho. Info lengkap dapat dilihat dihttp://www.studyjapan.go.jp/en/toj/toj0302e.htmlatau di http://educationjapan.org/jguide/scholarships.html. Khusus untuk program beasiswa yang satu ini anda tidak diharuskan mampu berbahasa inggris, melainkan anda harus dapat berbahasa jepang dengan baik. Tapi jangan takut anda setelah lolos seleksi akan di kursuskan bahasa jepang selama beberapa bulan sebelum anda kuliah. Salah satu persyaratan beasiswa ini adalah Letter of Acceptance atau surat dari professor di salah satu universitas di jepang keterangan bahwa anda sang professor bersedia menjadi supervisor anda. Untuk mendapatkan surat ini menurut pengalaman saya bukan sesuatu yang mudah.
Langkah awal adalah mencari professor dengan riset yang cocok dengan riset yang kita ingin lakukan. Ini juga tidak mudah, salah satunya karena kebanyakan sitenya berbahasa jepang meski beberapa telah memiliki site english version. Setelah mendapatkan beberapa kandidat professor, kirimkan email perkenalan tentang diri anda dan ketertarikan anda akan riset sang professor. Ada hal yang perlu diingat bahwa professor di jepang tidak seperti di eropa yang bisa langsung to the point. Sehingga perlu proses terlebih dahulu sebelum anda mengungkapkan maksud anda untuk menjadi student dari si professor. Namun tidak semua professor yang kita hubungin via email menjawab langsung, bahkan ada beberapa tidak menjawab. Alangkah baiknya jika dalam mencari professor anda memiliki link atau teman kenal baik dengan professor di jepang. Para professor di Jepang akan lebih senang jika anda direkomendasikan oleh seseorang yang mereka kenal baik. Setelah anda rasakan hubungan anda dengan professor sudah baik, langkah berikutnya adalah membuat sang professor percaya bahwa anda layak untuk di supervise olehnya. Setelah anda mendapatkan LOA dari professor kesempatan anda untuk mendapatkan beasiswa semakin besar.
6.Erasmus Mundus scholarship
Beasiswa ini diberikan oleh European Union (EU) kepada mahasiswa dari Negara non EU untuk melanjutkan studi di Negara-negara eropa. Dengan beasiswa ini anda berksempatan untuk studi di beberapa univeritas di beberapa negara. Untuk aplikasi erasmus mundus anda langsung mengirimkan semua persyaratan ke konsorsium di universitas dimana beasiswa erasmus mundus ditawarkan, namun proses ini terkadang cukup rumit. Tidak ada seleksi wawancara, dan semua proses seleksi didasarkan pada dokumen yang anda kirimkan. Untuk mengetahuiketerangan lebih lanjut dapat dilihat di:http://ec.europa.eu/education/programmes/ mundus/projects/index_en.html , atau http://indoem.info/.
Diatas hanya sebagian kecil program beasiswa yang dapat anda lamar. Masih banyak beasiswa yang ditawarkan, dan tidak hanya dari institusi tesebut diatas namun bisa juga dari perusahaan, professor atau dari pihak universitas.
4.     Persiapan Dokumen
Mahasiswai semua dokemen yang diperlukan. Berikut beberapa dokumen yang biasanya disyaratkan:
a.Form aplikasi. Mahasiswai kemudian isi form aplikasi dengan baik dan lengkap. Jika ada yang kurang jelas tanyakan langsung ke sekretariat program beasiswa.
b.Ijazah dan transkrip nilai. Gunakan Ijazah yang telah diterjemahkan dalam bahasa inggris. Jika diperlukan sertakan penjelasan sistem penilaian yang ada di Indonesia.
c.Curriculum Vitae (CV). Buat CV anda terstruktur, lengkap dan seringkas mungkin (Bayangkan betapa bosannya seorang juri jika harus membaca 15 halaman CV anda). Beberapa pemberi beasiswa mensyaratkan bentuk CV tersendiri. Untuk eropa sebaiknya menggunakan standar CV eropa yang bisa anda dapatkan di http://europass.cedefop.europa.eu/en/documents/curriculum-vitae/templates-instructions.
d.Surat rekomendasi. Biasanya yang diperlukan adalah surat rekomendasi dari profesor anda saat anda kuliah S1 dan rekomendasi dari atasan anda di kantor bagi yang sudah bekerja. Gunakan surat rekomendasi yang asli, masukkan ke dalam amplop (dari universitas atau kantor) yang tertutup (sealed) dan tujukan kepada selecting committee.
e.Motivation Letter atau Statement of Purpose. Tak mudah membuat persyaratan yang sangat krusial ini. Anda bisa browse di internet mengenai contoh-contoh Motivation Letter atau Statement of Purpose. Para selecting committee akan menilai anda dari tulisan yang anda buat sehingga anda harus bisa menjelaskan dengan baik tentang diri anda, kemampuan dan rencana anda kedepan. Secara umum sebuah motivation letter berisi:
a.Latar belakang pendidikan serta pekerjaan anda saat ini.
b.Alasan mengapa anda ingin meneruskan studi ke tingkat master, serta kesesuaian dengan rencana dan karir anda.
c.Alasanmengapa mengambil jurusan/program yang anda lamar. Jelaskan keinginan riset anda dan kalau bisa sertakan nama professor yang akan bekerja sama dengan anda, mata kuliah yang menarik di program tersebut. Perlihatkan bahwa anda mengerti betul dan siap untuk kuliah di tempat tersebut.
d.Kontribusi apa yang dapat anda berikan kepada institusi saat anda bekerja sekarang, universitas yang anda tuju dan negara.
Namun ada beberapa hal yang perlu anda perhatian: word limit, bahasa, serta pastikan seseorang yang anda percaya (professor atau atasan anda) membaca statement anda dan mendapatkan feedback dari mereka.
5. Doa dan tawakal.
Selain anda berusaha, juga doa baik dari anda sendiri maupun dari orang tua, keluarga dan teman adalah faktor yang paling penting. Dan yang paling penting diingat bahwa hasil dari usaha anda adalah hak Allah SWT. Kita hanya diwajibkan untuk berusaha ikhtiar yang terbaik dan diikuti dengan tawakal kepada Nya.

Sumber : http://setiopramono.wordpress.com/2008/05/11/bagaimana-meraih-beasiswa-untuk-belajar-di-luar-negeri/
Continue lendo

16 Hal Yang Harus Diketahui Dalam Mencari Beasiswa Ke Luar Negri


Q: Are there scholarships for [specific field of study]? Are there scholarship for [nationality]?
A: There are scholarships for most fields of study and for most nationalities.  The key is just to find them. In scholars4dev.com, scholarships are categorized by fields of study and by target group (see the sitemap).  Click on a particular field of study or target group to view a list of available scholarships according to your criteria.
Related Links: Lists of Scholarships in any Field of Study and Scholarships for study in Any Country.
Q: What are the general eligibility requirements to get a scholarship?
A: The eligibility requirements vary from scholarship to scholarship. It will also depend on the level of study the scholarship supports. Based on the scholarships we have featured, some of the common qualifications include a previous University degree, proficiency in English, high academic grades, unconditional acceptance to a programme offered at a participating/host University. Aside from the eligibility requirements of the scholarship, you must also consider the eligibility requirements of the programme of study you are applying to.
Q: How do I apply for a scholarship?
A: The simple answer to that is to follow the application instructions given by the scholarship provider/University. The application instructions vary among scholarship providers so there is no standard way of applying to a scholarship.  The application instructions are usually outlined very clearly.  Follow the the instructions step by step so you will not get overwhelmed by the amount of information presented.
Q: When is the best time to apply for a scholarship?
A: The best time to apply for a scholarship is within the application period set by the scholarship provider/University. Usually, scholarship applications (as well as admissions) should be done 6 months to one year before the academic year you plan to study.
Q: Are scholarships offered every year? If I missed the application deadline this year, can I apply for it the next year?
A: Most major scholarships are offered annually but this will always depend if the University or the scholarship provider has enough funds for their scholarship program.
From Neema Kallinga (nemlinga@gmail.com)
Q: I have searched for scholarships so many times but I’ve failed to see scholarships offered to undergraduates. Most scholarships only cover PhD or MS/MA studies. Are there any undergraduate scholarships out there?
A: Although it is somewhat true that most of the  existing scholarships are for postgraduate studies, there are international undergraduate scholarships that can be found (with a lot persistent searching).
Related Link: List of Undergraduate Scholarships
From FURAHA (ebafur@gmail.com)
Q: Will a scholarship allow me to study at any University around the globe or the does it require me to study only at a specific place or university?
A:  It depends upon the type of scholarship.  There are scholarships that allows you to study at any country (i.e. Aga Khan Foundation Scholarships, Ford Foundation Fellowships, etc.)* while other scholarships only allow you to study at specified host institutions (e.g. World Bank Scholarships, ADB-JSP Scholarships).  Most government-sponsored scholarships allow you study at any University in their country (i.e. Commonwealth Shared Scholarship Scheme, Australian Government International Postgraduate Scholarships, etc.).
Related Link: List of Scholarships for Study in Any Country
From Aliu (aliusjafal@yahoo.com) and  Ngalim Adrian S. (ngalims@yahoo.com)
Q:  Do I need to gain admission into my preferred course of study in the university of my choice first before applying for a scholarship? Is it possible to get a scholarship when you don’t have admission in a university yet?
A: The application process differs from scholarship to scholarship. Most of the time, admissions to the Univeristy is required before you are allowed to apply for the scholarship.  Sometimes, the application to admissions and the application to the scholarship are submitted at the same time. In some instances, your application to admission already serves as your application to the scholarship – you don’t need a separate scholarship application. Still, there are some scholarship providers that allow you to apply for the scholarship even without admissions to a programme/school or while you are still processing your application to the programme.  One must then follow the application instructions set by the scholarship provider.
From Babalola, Yisau (babyisau@gmail.com)
Q: Sometimes, the application form is not found at the website of the scholarship provider. How can I find the application forms easily?
A:  The application form should always be found at the scholarship website but there are a number of reasons why it can’t be found. One reason could be that the scholarship application period hasn’t started yet so the form is still not available for viewing/downloading.  Another reason is that some scholarship websites don’t readily display the link to the application form.  If this is the case, then you should try to visit all the relevant pages of the scholarship website. Don’t forget to look at the left or right sidebars as the download link might be placed there.  When all else fails, contact the scholarship provider and request for the link to the application form.
From Nalumansi Moureen (mbillie09@yahoo.com)
Q:  Is it possible for me to get a scholarship in the same country I am in and do i get to choose the course i want to study?
A:  Most international scholarships require you to study in any country except your own. If you want to study in your own country, you should try to find national or local scholarships.  The liberty to choose a particular course of study will depend on the conditions set by the scholarship provider/University.
From Mahama Alhassan (alhamama2000@yahoo.com) and Hamidatu Salia Zakari (zhamidatusalia@yaho.com)
Q:  I have applied for a scholarship and am still waiting for a reply from the University . I want to know whether it’s advisable to call them and find out how my application is doing?  How will I know if I have  won a scholarship?
A:  As much as possible, you should refrain from contacting the University regarding the results of your scholarship application.  If you are shortlisted or accepted into the scholarship, the scholarship provider/University will surely contact you. Usually, the scholarship provider indicates a specific time period when the selection results will come out. When you haven’t a received a confirmation during this time, then it would be safe to assume that you were not awarded with the scholarship.
From Alexandra Muhaya (moeshalennox@yahoo.com)
Q: I haven’t undertaken IELTS nor TOEFL  exams. Does that hinder my chances of getting a scholarship?
Related Question from Moses Byomuhangi (mosessmarts@gmail.com):
I am from an English speaking country (Kenya) and i have been taught in English since i started school, would TOEFL be a requirement?
A: Not all Universities require you to take the TOEFL or IELTS. A significant number of Universities  accepts a Certificate of English as Medium of Instruction in place of an English proficiency exam. When it is absolutely required by the University, then you must take TOEFL or other English proficiency exams regardless if you were taught in English during your University studies or not.
From Billy (billy7449@ovi.com)
Q: How do you write the scholarship essay?
Did the scholarship provider provide any format? If they did, you should follow that. If they have not specified a specific format, then you can follow this simple outline when making your application/motivation letter: (1) Background/Key Qualifications, (2) Intentions for studying, (3) Expectations of the Course, and (4) your plans during and after the study. In making the letter, you should not just tell them why you need the scholarship but more importantly you should  explain clearly why you deserve to get the scholarship.

From  Carlos Mbuta (carlos.mbuta@gmail.com)
Q: The issue to age is not mentioned in most scholarships I have come across. Is age not a criteria?
Related Question from Clement Irhiemi (fidon222@yahoo.com):
Q: Is there any age limit to obtaining a scholarship abroad?
A: Some scholarships set an age limit and some do not. If the scholarship provider did not indicate an age limit as part of their eligibility requirements then it is safe to assume that there is no age limit. When there is an age limit, scholarship providers set different age limits for different levels of study (i.e. Masters, Phd, postdoctoral fellowships).
From Charity Mbuvah (charitymbuvah@yahoo.com)
Q: Is there a way for the application fee to be waived? l cannot afford to pay for it.
Related Question:
Is TOEFL exam supported by the scholarship?
A: You should be prepared to use your own funds for the application fee because most scholarship providers don’t shoulder this  cost*. Most often than not, the cost of preparing the application requirements including the TOEFL exam is not covered by a scholarship. If you are really serious in pursuing a scholarship, you must try to save up for the cost of TOEFL or the application fee.
Note: Not all Universities require an application fee, in fact, a significant number of Universities allow you to apply without  having to pay any application fee.  Be aware of scholarship scams and double check if the University really requires an application fee.
From Melkamu (melkamutagele@yahoo.com)
Q: How can I find Universities that offer scholarships?
A:  This is one challenging task to undertake. Luckily, we have developed a list of Universities that offer scholarships for developing countries, for your reference.

Continue lendo

Lagu Lagu Pergerakan (AKSI)


"TOTALITAS PERJUANGAN"
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk Negeri tercinta (2x)

"BURUH TANI"
Buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Gegap gempita dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita
Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa ORBA
Marilah kawan mari kita tebarkan
Ditangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan marilah kita nyanyikan
Sebuah lagu tentang pembebasan
Dibawah kuasa tirani
Ku susuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti

"BERDERAP DAN MELAJU"
Berderap dan melaju menuju Indonesia baru
Singsingkan lengan baju
Singkirkan semua musuh-musuh
Rakyat pasti menang melawan penindasan
Rakyat kita pasti akan menang
Rakyat pasti menang rebut kedaulatan
Rakyat kita pasti akan menang

"INDONESIA NEGERI BERDARAH"
Indonesia negeri berdarah
Berbagai macam peristiwa
Aceh, Ambon, dan Timor Leste
Dan masih banyak yang lainnya
Sampai kapan ini kan terjadi
Di jajah negeri sendiri
Mari kita rapatkan barisan
Tuk melawan penindasan
Tragedi Semanggi tragedi Triskati
Tragedi 27 Juli
Peristiwa Lampung peristiwa Tj.Priok
Peristiwa Malari Banyuwangi
Sampai kapan ini kan terjadi
Di jajah negeri sendiri
Mari kita rapatkan barisan
Tuk melawan penindasan

"DARAH JUANG"
Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samudranya kaya raya
Tanah kami subur, Tuhan
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Untuk membabaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti
Padamu kami mengabdi
Continue lendo

Buat apa kuliah NGGAK USAH KULIAH!! - YANG MABA WAJIB BACA!!


Selamat siang/sore/malem/pagi  agan2, ane cuma mau nge-share dikit nih..dibaca sampai habis dulu ya terus dicomment, jangan cuma terpancing oleh judulnya


Spoilerfor Kuliah:


Quote:Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNAIR loh” atau “ini nih lihat jaket kuning UI gw”.

Okey, itu memang salah satu bagian menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?

Quote:‘seneng aja’

‘kepuasaan batin’

‘yah keren aja sih’

Ada lagi kah ?

Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong sama diri kamu?

Quote:‘iya saya sudah yakin kok sama pilihan saya’

‘ah masa sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’

‘ya dibuat yakin dong, kan sudah keterima’

 ‘bener nih gak nyesel?’

 ‘emang ada pilihan lain kah?’

Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu kamu mau jadikan titel kamu nanti untuk apa? Mau dijadikan apa titel yang kamu raih?

Sobat, kata rektor saya dulu, biaya standar untuk seorang sarjana teknik adalah Rp.28.000.000 setiap semesternya. Jumlah yang yang gak kecil loh, coba saya tanya berapa biaya kuliah? Dulu saya di ITB 1.850.000 per semesternya. Kabarnya sekarang sudah mencapai hingga 5 juta rupiah per semesternya. Okelah kita pakai standar sekarang saja, dan dengan asumsi biaya sarjananya tetap.
Spoilerfor Hutang:


Dengan asumsi ini saja saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kita sudah memiliki hutang 23 juta per semesternya. Hutang? Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa? Hutangnya ke Rakyat Indonesia kawan. Mereka yang bayar pajak itu telah mensubsidi kuliah kamu, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.

Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal, pertanyaannya siapa yang akan menanggung biaya pendidikan tersebut? Dalam kasus Indonesia, rakyatlah yang juga dibebankan untuk membiayai kuliah kita.

Saat pertama kali masuk ITB beberapa tahun yang lalu, seorang alumni yang sangat senior berbicara dalam sebuah sesi seminar.

“untuk masuk ITB, perbandingan tingkat kompetisinya adalah 1 banding 20. Artinya ketika kamu bahagia karena telah masuk ITB, ada 19 anak muda Indonesia lain yang menangis kecewa karena gagal diterima di ITB.

Kamu kuliah di subsidi oleh rakyat, maka untuk membalas budi pengorbanan uang yang telah rakyat berikan, kamu minimal harus bisa kasih makan ke 76 orang lainnya. Darimana angka 76 tersebut?

Kita asumsikan 19 orang tersebut menikah dan memiliki dua anak saja, maka itu berarti 19 dikali 4 yaitu 76 orang”

Kata-kata tersebut selalu terngiang di benak saya hingga saat ini, saya selalu berpikir dan mencari jalan bagaimana bisa membuka kesempatan menambah penghasilan bagi 76 orang. Tentu bukan hanya dengan membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur, banyak cara untuk bisa berbagi seperti dengan aktivitas sosial.

Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?

Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.

Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah nasih 78% rakyat Indonesia lainnya yang

Quote:Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis. Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa. Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai kata ganti mahasiswa.

Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.

Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini:Quote:Berjuta Rakyat Menanti Tanganmu

Mereka Lapar dan Bau Keringat

Kusampaikan Salam Salam Perjuangan

 Kami Semua Cinta Indonesia


Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau, kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada kompetensinya saja juga enggan.

Quote:Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.

Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.

Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi yang kembali menderita.

HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !

Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?Quote:‘ikutin aja kemana angin membawa’

‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’

‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain setelahnya’

 Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah lulus.

Helloooo

Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha mencarinya?

Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?

Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan manfaat hidup itu sendiri.

APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?

Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk kebaikan dan kebermanfaatan.

Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.


Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata. Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.

Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah atas kebutuhan dunia.

Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.

Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal kehidupan.

Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil. Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi bankir.

Kuliah itu mahal kawan, setau saya di UI sudah Rp.25.000.000, di ITB bahkan ada yang mencapai Rp.50.000.000. Biaya per semester juga sudah semakin besar, lalu apa yang kamu cari setelah lulus? Hanya bekerja sebagai pegawai kah pilihan hidup kamu?Quote:Masih banyak anak muda Indonesia yang tidak kuliah. Atau alumni kampus yang katanya beken dan akhirnya memilih untuk bersaing dalam job fair dengan alumni kampus yang katanya ga beken? Gak malu ya sobat?Yuk kita berpikir #beda , jangan berpikir “mau kerja di perusahaan apa”, melainkan “mau buka lapangan kerja dimana ya”

Saya sering bilang ke mahasiswa ITB, buat apa kamu bangga masuk ITB kalau hanya bisa jadi mahasiswa KUPU KUPU alias kuliah pulang kuliah pulang. Mending kamu sekalian aja pulang ke rumah orang tua kamu. Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.

Malu lah pakai jaket kuning UI yang katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri, barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!

Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti pengorbanan sobat!


Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup kapitalis.

Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?

Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.

Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata yang sangat kejam dan pragmatis.

Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan DUIT.

Mahasiswa itu #beda!

Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa. Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter. Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?

Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang. Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa.

Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama kuliah?

“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”

-Ki Hajar Dewantara-


sumber : http://livebeta.kaskus.co.id/thread/000000000000000015044587/

copas dari : http://www.facebook.com/groups/ikatanmahasiswa12/doc/466648260025229/

Continue lendo
 

Jeritan Hati Harimau Kecil Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates | Distributed by Way2 Blogger Templates